Lamlam Masropah Hadiri Evaluasi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu Menuju Pemilu Berintegritas
|
Garut, Jawa Barat – Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, menghadiri kegiatan Evaluasi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu: Membangun Kepercayaan Publik dan Penguatan Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu Berintegritas, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam melakukan evaluasi sekaligus memperkuat strategi kehumasan sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun komunikasi kelembagaan dengan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty dan Herwyn JH Malonda, serta Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait. Kehadiran jajaran Bawaslu RI menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman jajaran Bawaslu di daerah mengenai pentingnya peran kehumasan dalam membangun kepercayaan publik.
Dalam sambutannya, Lolly Suhenty menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik dan saran dari masyarakat merupakan modal penting dalam merawat kepercayaan publik sekaligus memperkokoh integritas demokrasi.
Menurut Lolly, komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi mengenai kegiatan dan kinerja kelembagaan, tetapi juga bagaimana Bawaslu mampu membuka ruang komunikasi yang sehat dengan masyarakat.
Keterbukaan terhadap masukan publik menjadi bagian penting dalam memastikan lembaga dapat terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Kritik dan saran masyarakat juga dapat menjadi bahan refleksi bagi Bawaslu dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan komunikasi kelembagaan.
Dalam konteks tersebut, kehumasan memiliki posisi strategis dalam menjembatani lembaga dengan masyarakat. Informasi mengenai tugas, fungsi, program, serta hasil pengawasan perlu disampaikan secara jelas, akurat, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transformasi kehumasan juga diperlukan seiring dengan perkembangan pola komunikasi masyarakat yang semakin dinamis. Kehadiran media digital dan media sosial membuka ruang yang lebih luas bagi Bawaslu untuk menyampaikan informasi sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Namun demikian, pemanfaatan berbagai kanal komunikasi tersebut perlu dibarengi dengan penguatan kualitas informasi. Kehumasan Bawaslu dituntut tidak hanya aktif dalam memproduksi konten, tetapi juga mampu membangun narasi kelembagaan yang edukatif dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu.
Bagi Bawaslu Kabupaten Garut, penguatan kehumasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Informasi mengenai kepemiluan dan pengawasan perlu dikemas dengan pendekatan yang komunikatif agar semakin mudah diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Lamlam Masropah mengatakan bahwa penguatan kehumasan perlu berjalan beriringan dengan penguatan partisipasi masyarakat. Menurutnya, masyarakat bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi.
“Pengawasan partisipatif membutuhkan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Karena itu, informasi yang disampaikan harus mampu memberikan pemahaman sekaligus mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan,” ujar Lamlam.
Ia menambahkan, transformasi kehumasan menjadi ruang bagi jajaran Bawaslu untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan karakter masyarakat, khususnya dalam menyampaikan edukasi kepemiluan.
Melalui kegiatan evaluasi dan transformasi kehumasan tersebut, jajaran Bawaslu diharapkan semakin mampu membangun komunikasi publik yang terbuka, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penguatan kehumasan juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas Pemilu. Kepercayaan tersebut perlu dirawat melalui keterbukaan informasi, komunikasi yang konsisten, serta kerja kelembagaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, kehumasan tidak hanya menjadi bagian pendukung kerja kelembagaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antara Bawaslu dan masyarakat serta memperkuat gerakan pengawasan partisipatif.
Melalui evaluasi dan transformasi kehumasan, Bawaslu terus mendorong terbangunnya komunikasi publik yang semakin terbuka dan partisipatif sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju penyelenggaraan Pemilu yang berintegritas.
Penulis dan Foto: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana