Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Evaluasi IKP, Lamlam Masropah Ikuti Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung

Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung IKP

Garut, Jawa Barat – Bawaslu Kabupaten Garut terus berkomitmen memperkuat kualitas pengawasan melalui pemanfaatan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan mengikuti Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia melalui media daring Zoom pada Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, sebagai bagian dari jajaran Bawaslu yang memiliki peran dalam mendukung proses evaluasi dan pengumpulan data terkait kerawanan Pemilu.

Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman mengenai model evaluasi serta mekanisme pengumpulan data pendukung yang diperlukan dalam proses evaluasi IKP. Data yang dikumpulkan nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam melakukan pemetaan dan analisis terhadap berbagai potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilu.

IKP merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk memetakan berbagai dimensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilu. Melalui pemetaan tersebut, Bawaslu dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dan potensi persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengawasan.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai model evaluasi IKP serta kebutuhan data pendukung yang harus disiapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan memperhatikan aspek kelengkapan, akurasi, relevansi, dan validitas sehingga hasil evaluasi dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, menyampaikan bahwa ketersediaan data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan evaluasi IKP yang berkualitas.

“Pengumpulan data pendukung harus dilakukan secara cermat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang akurat akan membantu menghasilkan pemetaan kerawanan yang lebih tepat sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan dan pengawasan,” ujar Lamlam.

Menurutnya, proses evaluasi tidak hanya bertujuan untuk melihat kondisi kerawanan yang telah terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran kelembagaan untuk mengidentifikasi potensi persoalan yang dapat muncul pada Pemilu mendatang.

Lamlam menambahkan bahwa penguatan kualitas data perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Setiap informasi yang menjadi bagian dari data pendukung harus memiliki dasar yang jelas sehingga dapat digunakan sebagai bahan analisis dan pengambilan kebijakan pengawasan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Garut memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai model evaluasi IKP dan mekanisme pengumpulan data pendukung. Pemahaman tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam proses pengumpulan dan pengolahan data di tingkat Kabupaten Garut.

Evaluasi IKP juga menjadi bagian penting dalam memperkuat strategi pencegahan Bawaslu. Dengan mengetahui berbagai potensi kerawanan berdasarkan data, langkah-langkah pencegahan dapat dirancang secara lebih terarah dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta persoalan yang berpotensi muncul.

Bawaslu Kabupaten Garut berkomitmen untuk mendukung proses evaluasi IKP dengan menyediakan data yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyusunan pemetaan kerawanan yang semakin berkualitas.

Melalui penguatan evaluasi dan pengumpulan data pendukung, Bawaslu Kabupaten Garut terus berupaya meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan menghadapi berbagai potensi kerawanan pada penyelenggaraan Pemilu mendatang.

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana