Anggota Bawaslu Garut Imam Sanusi Dorong Mahasiswa Aktif dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu
|
Garut, Jawa Barat – Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Imam Sanusi, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Demokrasi yang digelar oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Institut Teknologi Garut (ITG) pada Selasa (3/6/2025). Kegiatan ini mengangkat tema sentral seputar peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi dan integritas pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Sanusi menyampaikan materi berjudul “Peran Mahasiswa sebagai Intelektual Milenial dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu.” Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pengawasan pemilu sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan moral terhadap demokrasi.
“Mahasiswa harus mengambil peran lebih dari sekadar pemilih. Mereka adalah kelompok intelektual yang memiliki kapasitas dan tanggung jawab untuk menjadi pengawas partisipatif dalam setiap proses pemilu,” ujar Imam Sanusi.
Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya tugas formal lembaga penyelenggara, melainkan merupakan ruang peran yang terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Dalam konteks ini, mahasiswa diharapkan mampu mengawasi secara aktif berbagai tahapan pemilu serta ikut memberikan edukasi politik yang sehat kepada sesama warga.
“Dengan daya kritis yang dimiliki, mahasiswa bisa menjadi penggerak dalam menciptakan pemilu yang bersih, jujur, dan adil. Mereka bisa mengawasi, melaporkan pelanggaran, dan memberi tekanan positif pada penyelenggara serta peserta pemilu,” tegasnya.
Selain itu, Imam menyoroti tantangan disinformasi yang semakin marak di era digital. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen literasi informasi yang dapat menangkal hoaks serta menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat.
Seminar ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, serta Ketua KPU Garut, Asyim Burhani.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan banyak peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangannya. Diskusi yang hangat menunjukkan antusiasme dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengawasan dan partisipasi aktif dalam demokrasi.
Di akhir pemaparannya, Imam Sanusi mengajak mahasiswa untuk tidak apatis dan berani mengambil posisi sebagai pemantau, penggerak, dan pengawal proses demokrasi. “Kalau bukan generasi muda yang menjaga demokrasi, lalu siapa lagi?” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap terjalin sinergi positif antara lembaga pengawas pemilu dan kalangan kampus untuk bersama-sama menciptakan Pemilu dan Pilkada yang berintegritas di masa yang akan datang.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Garut
Editor: Humas Bawaslu Kabupaten Garut