Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Yusuf Firdaus Bahas Isu SARA Bersama Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Konsolidasi Demokrasi dengan Mahasiswa UIN SGD Bandung

Garut, Jawa Barat — Dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap tantangan kebangsaan, Anggota Bawaslu Kabupaten Garut Yusuf Firdaus melaksanakan kegiatan diskusi bersama mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (09/04/2026).


 

Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara penyelenggara Pemilu dan kalangan akademisi dalam membahas isu-isu krusial yang berpotensi mempengaruhi kualitas demokrasi, khususnya terkait penggunaan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).


 

Dalam pemaparannya, Yusuf Firdaus menekankan bahwa isu SARA kerap dimanfaatkan dalam kontestasi politik untuk memecah belah masyarakat, sehingga perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh elemen bangsa.


 

“Isu SARA menjadi salah satu tantangan nyata dalam demokrasi. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat memicu polarisasi dan melemahkan persatuan masyarakat,” ujar Yusuf Firdaus.


 

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta mendorong terciptanya demokrasi yang sehat dan inklusif.


 

“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi dari praktik-praktik yang memecah belah, termasuk menolak narasi yang mengandung unsur SARA,” tambahnya.


 

Selain itu, dalam diskusi turut dibahas berbagai dampak negatif penggunaan isu SARA dalam Pemilu, seperti menurunnya kualitas diskursus publik, meningkatnya konflik sosial, serta terganggunya stabilitas demokrasi.


 

Mahasiswa juga diajak untuk membangun kesadaran kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, serta berperan aktif dalam menyebarkan narasi yang menyejukkan dan memperkuat persatuan.


 

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan terkait dinamika demokrasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.


 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih kuat di kalangan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga demokrasi dari pengaruh isu SARA, serta mendorong terciptanya ruang publik yang lebih sehat, inklusif, dan berintegritas.


 

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana