Lompat ke isi utama

Berita

Menguatkan Sinergi Pendidikan dan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Garut Jajaki Kerja Sama dengan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut

Penjajakan Kerjasama Bawaslu Garut dengan IKKHG

Garut, Jawa Barat — Dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif serta memperluas jangkauan edukasi kepemiluan, Bawaslu Kabupaten Garut melakukan penjajakan kerja sama dengan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Institut Kesehatan Karsa Husada Garut, Kamis (16/04/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Garut Ahmad Nurul Syahid, dan didampingi oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Lamlam Masropah, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Yusuf Firdaus, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Ipur Purnama Alamsyah. Sementara itu, Anggota Bawaslu Garut Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Imam Sanusi berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas lain. Kehadiran jajaran Bawaslu Garut disambut hangat oleh Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut Dr. Iwan Wahyudi, M.Kep beserta jajaran pimpinan kampus.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan fokus utama pada penjajakan kerja sama kelembagaan sebagai langkah awal membangun kolaborasi strategis antara Bawaslu Garut dan institusi pendidikan tinggi.

Ketua Bawaslu Garut menyampaikan bahwa sinergi dengan dunia pendidikan merupakan langkah penting dalam memperkuat basis pengawasan partisipatif, khususnya dalam menjangkau kalangan mahasiswa sebagai bagian dari pemilih pemula dan agen perubahan.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa dapat terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif serta menjadi bagian dari penguatan kualitas demokrasi,” ujar Ahmad Nurul Syahid.

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Garut Lamlam Masropah menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak hanya sebatas sebagai pemilih, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan.

“Kami melihat mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pengawasan partisipatif. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi dan menjaga integritas proses demokrasi,” ungkap Lamlam Masropah.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif dengan institusi pendidikan akan memperkuat upaya pencegahan pelanggaran Pemilu melalui edukasi yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan program-program edukatif yang berdampak langsung, baik melalui riset, pengabdian masyarakat, maupun keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengawasan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah ruang lingkup kerja sama yang dapat dikembangkan, di antaranya penyediaan sumber daya dan fasilitas untuk kegiatan pengawasan partisipatif, fasilitasi penggunaan hak pilih bagi pemilih pemula, serta penyediaan materi dan informasi kepemiluan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pelaksanaan program edukasi bagi pemilih pemula, pertukaran data dan informasi yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab, serta pengembangan kerja sama di bidang akademik seperti magang, pelatihan, dan pengembangan kurikulum.

Lebih jauh, peluang kolaborasi juga terbuka dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, seminar, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan secara bersama-sama oleh kedua belah pihak.

Pertemuan ini merupakan tahap awal penjajakan kerja sama, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pertemuan lanjutan guna membahas secara lebih rinci bentuk dan mekanisme kerja sama yang akan disepakati.

Hasil dari rangkaian koordinasi tersebut nantinya akan dituangkan secara resmi dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan pelaksanaan kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Garut dan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut.

Sementara itu, pihak Institut Kesehatan Karsa Husada Garut menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Bawaslu Garut dan mendukung penguatan demokrasi melalui pendekatan akademik dan partisipatif.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Bawaslu Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kemitraan, khususnya dengan dunia pendidikan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengawasan partisipatif yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana