Lompat ke isi utama

Berita

Bangun ASN Berkualitas, Bawaslu Garut Gelar Rapat Kapasitas SDM

Jajaran Bawaslu Garut dengan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat

Garut, Jawa Barat – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, Bawaslu Garut menggelar Rapat Peningkatan Kapasitas SDM pada Selasa (30/7), bertempat di Kantor Bawaslu Garut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat Widodo Wuryanto, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP) BKD Garut Heri Hermansyah, Ketua dan Anggota Bawaslu Garut, Kepala Sekretariat Bawaslu Garut, serta seluruh staf Bawaslu Garut.

Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas aparatur Bawaslu, terutama dalam hal manajemen kinerja dan kedisiplinan ASN, sesuai dengan nilai-nilai berAKHLAK dan regulasi terbaru.

Dalam pemaparannya, Heri Hermansyah menekankan pentingnya manajemen kinerja ASN berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 yang menyebutkan bahwa ASN mencakup PNS dan PPPK. ASN dituntut untuk menghasilkan kinerja yang terukur, memahami peran dan tanggung jawab, serta menjunjung tinggi profesionalitas.

“ASN harus menjalankan tugas sesuai nilai-nilai berAKHLAK. Jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang atau kemalasan dalam bekerja,” tegas Heri.

Anggota Bawaslu Garut, Imam Sanusi, menambahkan bahwa setiap ASN di lingkungan Bawaslu harus mengikuti regulasi dan memiliki kompetensi yang memadai.

“Seluruh ASN Bawaslu wajib memegang teguh nilai-nilai berAKHLAK dan memiliki dua kompetensi penting, yakni kompetensi dasar dan kompetensi teknis,” ujar Imam Sanusi saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Widodo Wuryanto, mengingatkan pentingnya kesadaran ASN akan peran strategis mereka dalam masyarakat.

“Sebagai ASN, kita memiliki tiga fungsi utama: pelayan publik, pelaksana kebijakan, serta perekat dan pemersatu bangsa. Tiga hal ini harus selalu kita sadari dan jalankan,” ungkap Widodo.

Dalam rapat tersebut, dua poin utama menjadi perhatian. Pertama, mengenai manajemen kinerja ASN yang menekankan pentingnya target kerja, kejelasan peran dan tanggung jawab, serta orientasi pada hasil. Kedua, soal kedisiplinan ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari, termasuk menjauhi penyalahgunaan wewenang dan sikap malas bekerja.

Sebagai penegasan di akhir kegiatan, Widodo Wuryanto mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan mengemban amanah besar sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, serta perekat dan pemersatu bangsa. Ia menekankan bahwa integritas, kedisiplinan, dan kompetensi adalah fondasi utama yang harus dimiliki setiap aparatur negara. ASN dituntut untuk tidak hanya hadir secara fisik dalam pekerjaan, tetapi juga hadir secara moral dan profesional dalam setiap tanggung jawab yang diemban. Pengabdian kepada masyarakat harus dilandasi oleh kesadaran, bukan sekadar kewajiban, karena di tangan ASN yang berAKHLAK dan berdedikasi inilah masa depan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya dapat terwujud.

Penulis dan Foto: Theresa Riska Yunita

Editor: Theresa Riska Yunita