Bawaslu Garut Lanjutkan Penguatan Pengawasan Non-Tahapan ke Partai Hanura
|
Garut, Jawa Barat—Dalam rangka memperkuat pengawasan non-tahapan Pemilu serta memastikan partai politik tetap berada dalam koridor regulasi, Bawaslu Kabupaten Garut melanjutkan agenda silaturahmi kelembagaan kepada Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Rabu, 26 November 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh peserta Pemilu di Kabupaten Garut secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC Partai Hanura Garut ini disambut langsung oleh jajaran pengurus partai. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan Partai Hanura mengenai dinamika politik lokal, kesiapan organisasi partai dalam menghadapi pemutakhiran data kepengurusan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Garut menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada masa tahapan resmi Pemilu, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas partai politik di masa non-tahapan. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas demokrasi, sekaligus memastikan seluruh partai tetap patuh pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Jajaran Partai Hanura menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai bahwa komunikasi intensif seperti ini sangat membantu dalam menyamakan persepsi. Mereka menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan koordinasi dengan Bawaslu merupakan hal penting demi meningkatkan kualitas demokrasi lokal.
Pada pertemuan itu, Anggota Bawaslu Garut, Ipur Purnama Alamsyah, menegaskan komitmen Bawaslu untuk memastikan seluruh partai politik memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menjaga integritas organisasi.
“Silaturahmi seperti ini adalah bagian dari penguatan pencegahan. Kami ingin memastikan bahwa Hanura dan seluruh partai politik di Garut berjalan dalam koridor aturan, sekaligus tetap aktif berkontribusi pada pendidikan politik masyarakat. Pengawasan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Ipur.
Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan dan kolaborasi antara Bawaslu dan partai politik menjadi modal penting dalam mencegah potensi pelanggaran. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat diantisipasi sejak dini.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan produktif, dengan pembahasan terkait tata kelola kepengurusan partai, mekanisme pemutakhiran data melalui sistem informasi kepartaian, serta peran partai dalam menjaga kondusivitas sosial politik di Garut. Kedua pihak sepakat untuk menjaga jalur komunikasi secara rutin sebagai bentuk pengawasan partisipatif yang lebih menyeluruh.
Kunjungan ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai tanda komitmen Bawaslu Garut dan Partai Hanura dalam merawat demokrasi yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Garut.
Penulis dan Foto: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana