Lompat ke isi utama

Berita

Lamlam Masropah: “Generasi Muda Harus Menjadi Pengawas Demokrasi Sejak Dini”

Bawaslu Garut gelar Bawaslu Ber-Sigap di SMAN 15 Garut

Garut – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut kembali melaksanakan program Bawaslu Ber-SIGAP (Bawaslu Bersama Siswa Garut Awasi Pemilu) di SMAN 15 Garut, Selasa (30/9/2025). Acara ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Garut, Lamlam Masropah, Ipur Purnama Alamsyah, dan Imam Sanusi, serta diikuti oleh 33 perwakilan siswa dari 11 kelas XII.


 

Program Bawaslu Ber-SIGAP merupakan bentuk komitmen Bawaslu Garut dalam menumbuhkan partisipasi pengawasan sejak dini di kalangan pelajar. Kehadiran program ini menjadi sarana edukasi demokrasi yang tidak hanya memperkenalkan peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis para siswa sebagai calon pemilih pemula.


 

Dalam kesempatan tersebut, Lamlam Masropah menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga marwah demokrasi. Menurutnya, pelibatan siswa dalam program pengawasan Pemilu akan memberikan dampak besar pada kualitas demokrasi ke depan.


 

“Generasi muda harus menjadi pengawas demokrasi sejak dini. Dengan ikut serta dalam program seperti Bawaslu Ber-SIGAP, para siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas yang berani mengingatkan bila ada pelanggaran,” ujar Lamlam dalam sambutannya.


 

Ia menambahkan, keberadaan siswa-siswi sebagai pemilih pemula harus diarahkan agar mereka tidak hanya sebatas menyalurkan hak suara, tetapi juga memahami proses penyelenggaraan Pemilu. Dengan begitu, setiap tahapan Pemilu dapat berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.


 

Sementara itu, Ipur Purnama Alamsyah menekankan bahwa pemilih pemula memiliki potensi yang besar dalam menentukan arah bangsa. Ia menilai, edukasi pengawasan Pemilu di sekolah menengah merupakan salah satu strategi penting untuk menciptakan generasi yang melek politik dan demokrasi. “Kalau sejak SMA sudah punya kesadaran, maka di masa depan kualitas demokrasi kita akan semakin baik,” jelasnya.


 

Imam Sanusi turut memberikan pandangan bahwa kegiatan di sekolah menjadi cara efektif untuk mendekatkan Bawaslu dengan masyarakat. Menurutnya, sosialisasi kepada pelajar juga bisa menjadi sarana regenerasi pengawas partisipatif yang akan membantu Bawaslu dalam mengawal proses Pemilu di tahun-tahun mendatang.


 

Para siswa peserta kegiatan terlihat antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan paparan dari anggota Bawaslu, tetapi juga aktif bertanya mengenai peran pengawas, potensi pelanggaran yang bisa terjadi, serta bagaimana masyarakat dapat turut serta dalam pengawasan. Antusiasme ini menunjukkan bahwa siswa SMAN 15 Garut memiliki minat besar untuk memahami peran penting mereka dalam demokrasi.


 

Melalui Bawaslu Ber-SIGAP, Bawaslu Garut berharap program ini dapat terus berlanjut di berbagai sekolah lain di Kabupaten Garut. Harapannya, semakin banyak pemilih pemula yang teredukasi, maka semakin besar pula keterlibatan masyarakat dalam menjaga Pemilu yang bersih dan berkeadilan.


 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu Garut untuk mendukung keberlangsungan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Dengan meningkatnya partisipasi pemilih baru yang sadar akan pentingnya pengawasan, proses PDPB pun diharapkan berjalan lebih baik dan akurat.


 

Program Bawaslu Ber-SIGAP di SMAN 15 Garut ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Garut dalam membangun partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar bersama-sama menjaga demokrasi yang berkualitas.


 

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana