Lompat ke isi utama

Berita

Memassifkan Pengawasan Partisipatif, Ahmad Tegaskan Pentingnya Sosialisasi Bersama IMDA Garut

Ketua dan Anggota Bawaslu Garut dengan Jajaran IMDA Garut

Garut, Jawa Barat — Dalam upaya memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat, Bawaslu Kabupaten Garut terus memassifkan kegiatan sosialisasi dengan menggandeng berbagai elemen, termasuk kalangan pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bersama Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut, Rabu (11/03/2026).


 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Garut Ahmad Nurul Syahid, bersama Anggota Bawaslu Garut Lamlam Masropah dan Imam Sanusi. Kehadiran jajaran Bawaslu Garut diterima langsung oleh Rektor Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut beserta jajaran pimpinan kampus.


 

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Bawaslu Garut dalam memperluas jangkauan edukasi kepemiluan, khususnya kepada kalangan mahasiswa sebagai pemilih pemula sekaligus agen perubahan dalam menjaga kualitas demokrasi.


 

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Garut menyampaikan berbagai materi terkait kepemiluan, mulai dari tugas dan fungsi pengawasan, bentuk-bentuk pelanggaran Pemilu, hingga pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif.


 

Ketua Bawaslu Garut dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan civitas akademika.


 

“Pengawasan partisipatif merupakan kunci dalam menjaga integritas Pemilu. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini,” ujar Ahmad Nurul Syahid.


 

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Garut Lamlam Masropah menambahkan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam memperkuat budaya pengawasan di lingkungan masyarakat.


 

“Mahasiswa tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen pengawas yang mampu memberikan edukasi dan contoh di lingkungannya. Peran ini sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi,” ungkap Lamlam Masropah.


 

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti materi dan aktif dalam sesi diskusi, dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan terkait praktik pengawasan Pemilu, termasuk tantangan di era digital.


 

Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi yang dapat memicu disinformasi dalam proses demokrasi.


 

Bawaslu Garut juga mendorong mahasiswa untuk berani berpartisipasi aktif dalam pengawasan, termasuk menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran Pemilu di lingkungan sekitarnya.


 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan Pemilu merupakan tanggung jawab bersama, serta menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.


 

Ke depan, Bawaslu Kabupaten Garut akan terus memperluas sinergi dengan berbagai pihak, khususnya lembaga pendidikan, dalam rangka menciptakan pengawasan partisipatif yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.


 

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana