Lompat ke isi utama

Berita

Menguatkan Konsolidasi Demokrasi, Lamlam Masropah Ajak Civitas IMDA Garut Kritis Hadapi Disinformasi

Konsolidasi Demokrasi dengan IMDA Garut

Garut, Jawa Barat — Dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi di tingkat lokal, Bawaslu Kabupaten Garut terus membangun sinergi dengan berbagai elemen strategis, salah satunya melalui kegiatan bersama Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut, Rabu (11/03/2026).


 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Garut Ahmad Nurul Syahid, bersama Anggota Bawaslu Garut Lamlam Masropah dan Imam Sanusi, serta diterima langsung oleh Rektor Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut beserta jajaran pimpinan kampus.


 

Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis dalam memperkuat konsolidasi demokrasi melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif dengan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa sebagai bagian penting dalam ekosistem demokrasi.


 

Dalam kesempatan tersebut, isu disinformasi dan hoaks menjadi salah satu pembahasan utama, mengingat tantangan demokrasi di era digital semakin kompleks dan berpotensi mempengaruhi kualitas partisipasi masyarakat.


 

Ketua Bawaslu Garut dalam penyampaiannya menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi tidak hanya dilakukan pada saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi harus terus dijaga secara berkelanjutan, termasuk dengan menghadapi ancaman disinformasi.


 

“Konsolidasi demokrasi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk dunia pendidikan. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menangkal disinformasi serta menjaga nilai-nilai demokrasi agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Nurul Syahid.


 

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Garut Lamlam Masropah menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis dalam menghadapi arus informasi yang masif.


 

“Di era digital, hoaks dan disinformasi menjadi tantangan nyata bagi demokrasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu memilah, mengkritisi, dan mengedukasi lingkungan sekitarnya agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ungkap Lamlam Masropah.


 

Diskusi yang berlangsung juga mengangkat berbagai dinamika terkait penyebaran informasi di media sosial, termasuk potensi polarisasi serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi apabila tidak diantisipasi dengan baik.


 

Selain itu, mahasiswa didorong untuk berperan aktif sebagai agen literasi digital yang mampu menyebarkan informasi yang benar dan mendorong budaya diskusi yang sehat di tengah masyarakat.


 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Garut berharap kampus dapat menjadi garda terdepan dalam menangkal disinformasi, serta memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi yang jujur dan berintegritas.


 

Ke depan, sinergi antara Bawaslu Garut dan institusi pendidikan diharapkan dapat terus diperkuat, khususnya dalam menghadapi tantangan demokrasi di era digital yang semakin dinamis.

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana