Rapat Rutin P2HM, Lamlam Pastikan Proses Kerja Tak Boleh Setengah-Setengah
|
Garut, Jawa Barat – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Garut, Lamlam, menegaskan pentingnya keberlanjutan rapat rutin sebagai salah satu instrumen evaluasi dan penguatan kinerja lembaga. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat rutin yang digelar di Kantor Bawaslu Garut pada Senin, 11 Agustus 2025, yang dihadiri oleh seluruh staf P2HM.
Lamlam menyatakan bahwa rapat rutin ini perlu dilaksanakan secara konsisten, setidaknya hingga tahapan Pemilu secara resmi dimulai. Menurutnya, rapat berkala menjadi bagian dari sistem kerja yang terukur, sekaligus forum strategis untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi.
“Rapat rutin ini harus berjalan seterusnya, seminimalnya hingga Agustus 2028 memasuki tahapan Pemilu. Ini bukan hanya rutinitas, tetapi kebutuhan untuk menjaga kualitas kerja kita,” ujar Lamlam dalam arahannya.
Dalam rapat tersebut, evaluasi progres kerja minggu sebelumnya menjadi fokus pembahasan. Lamlam mengungkapkan masih terdapat kekurangan yang perlu segera diperbaiki agar kinerja ke depan lebih optimal. “Progres kerja kita harus dilakukan semaksimal mungkin. Berkaca dari minggu sebelumnya yang masih ada kekurangan, usahakan ke depannya terus dimaksimalkan,” tegasnya.
Selain evaluasi, rapat ini juga menguraikan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat koordinasi internal, meningkatkan kualitas komunikasi baik internal maupun eksternal, serta memastikan distribusi informasi ke publik berjalan efektif. Hal ini dinilai penting mengingat tantangan informasi publik akan semakin kompleks menjelang tahun politik.
Lamlam menambahkan bahwa kesiapan menghadapi Pemilu tidak hanya diukur dari keberhasilan teknis pengawasan, tetapi juga dari soliditas tim dan kecepatan merespons dinamika di lapangan. Untuk itu, ia menilai P2HM perlu membangun budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, P2HM juga membahas rencana peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan internal dan bimbingan teknis. Program ini diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan tambahan bagi setiap staf agar lebih siap menghadapi beban kerja yang meningkat mendekati Pemilu.
Lamlam juga menilai, keberlangsungan rapat rutin dan penguatan kapasitas staf merupakan investasi jangka panjang bagi efektivitas pengawasan. Ia menekankan bahwa konsistensi dan profesionalisme adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Bawaslu Garut.
Penulis dan Foto: Theresa
Editor: Theresa