Lamlam Masropah Jadi Narasumber PKD I PMII STAI KH Badruzzaman, Bahas Peran Perempuan dalam Gerakan
|
Garut, Jawa Barat – Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) I PMII Komisariat STAI KH Badruzzaman pada Jumat (28/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Lamlam menyampaikan materi Nahdlatun Nisa kepada para peserta pelatihan.
Kegiatan PKD I merupakan bagian dari proses kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas, wawasan, serta komitmen dalam menjalankan peran organisasi dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Lamlam Masropah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya peran perempuan dalam berbagai ruang kehidupan, baik dalam lingkungan sosial, pendidikan, organisasi, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Lamlam, perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial. Keterlibatan perempuan tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi harus diberikan ruang yang setara untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan masyarakat.
“Perempuan memiliki potensi dan kapasitas yang sama untuk mengambil peran dalam berbagai ruang kehidupan. Karena itu, kader perempuan perlu terus meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan keberanian untuk berkontribusi serta menyampaikan gagasan,” ujar Lamlam.
Ia juga mendorong kader PMII, khususnya kader perempuan, untuk membangun kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, kemampuan membaca kondisi sosial dan keberanian menyampaikan pandangan menjadi modal penting bagi generasi muda dalam mendorong perubahan yang positif.
Lamlam menekankan bahwa proses kaderisasi tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan organisasi, tetapi juga membentuk karakter kader yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Kader diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pembahasan mengenai perempuan juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Perempuan memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam berbagai proses politik dan pengambilan keputusan, termasuk berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam forum tersebut, peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan perempuan serta tantangan yang masih dihadapi dalam kehidupan sosial. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mendorong peserta untuk berpikir kritis dan mengaitkan materi dengan kondisi yang mereka temui di lingkungan masing-masing.
Lamlam juga mengajak para kader untuk tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama proses kaderisasi. Pengetahuan dan pengalaman organisasi diharapkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
Keterlibatan Lamlam sebagai narasumber dalam kegiatan PKD I PMII Komisariat STAI KH Badruzzaman menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan politik dan pengembangan kapasitas generasi muda. Ruang-ruang diskusi seperti ini dinilai penting untuk membangun generasi yang memiliki kesadaran kritis serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Garut sendiri terus mendorong kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif. Mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis sebagai kelompok masyarakat yang dapat ikut mengawal proses demokrasi di lingkungannya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para kader PMII dapat semakin memahami pentingnya peran perempuan, memperkuat kapasitas diri, serta mampu mengambil bagian dalam berbagai gerakan positif di tengah masyarakat.
Lamlam berharap proses kaderisasi dapat melahirkan kader-kader muda yang berintegritas, kritis, dan memiliki kepedulian sosial, termasuk kader perempuan yang berani mengambil peran dalam berbagai ruang publik dan kehidupan demokrasi.
Penulis dan foto: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana