Ajak Pelajar Tolak Politik Uang, Bawaslu Garut Gencarkan Program "Bawaslu Ber-Sigap" di SMKN 10 Garut
|
GARUT, JAWA BARAT – Upaya membentengi pemilih pemula dari godaan praktik politik kotor makin gencar dilakukan. Pada Kamis (5/11/2026), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut kembali menggelar program edukasi "Bawaslu Ber-Sigap" (Bawaslu Bersama Siswa Garut Awasi Pemilu dan Pemilihan) yang kali ini menyasar para pelajar di SMKN 10 Garut.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, beserta jajaran kesekretariatan. Di hadapan ratusan siswa yang antusias, tim Bawaslu memaparkan berbagai modus pelanggaran pemilu yang kerap menjerat anak muda, seperti penyebaran hoaks politik, ujaran kebencian di media sosial, hingga bahaya laten money politics.
Membangkitkan semangat kritis para siswa, Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, menekankan bahwa generasi Z memiliki kekuatan besar untuk menentukan arah kemajuan daerah, asalkan mereka tidak mudah terbuai oleh janji manis politisi yang tidak bertanggung jawab.
“Kalian para pemilih pemula bukanlah sekadar komoditas pendulang suara, melainkan ujung tombak pengawasan partisipatif. Jangan pernah mau menggadaikan idealisme dan masa depan kalian hanya demi uang seratus atau dua ratus ribu. Saya menaruh harapan besar agar siswa SMKN 10 Garut berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kecurangan yang terjadi di sekitar kalian,” ujar Lamlam membakar semangat para pelajar.
Langkah turun gunung yang diinisiasi oleh lembaga pengawas ini sejatinya membawa angin segar bagi pendidikan demokrasi di tingkat akar rumput. Dengan dibekalinya para pemuda wawasan antipolitik uang dan antihoaks, masyarakat secara luas akan terhindar dari lahirnya pemimpin-pemimpin korup yang lahir dari proses pemilu yang cacat.
Edukasi langsung ke sekolah-sekolah ini juga memastikan bahwa anak-anak muda Garut memiliki literasi politik yang memadai, sehingga mereka tidak mudah dimanfaatkan atau diadu domba oleh oknum-oknum tertentu. Pada akhirnya, kecerdasan pemilih pemula ini akan menjadi jaring pengaman sosial yang kokoh untuk mewujudkan perhelatan demokrasi yang damai, rasional, dan bermartabat di Kabupaten Garut.
Penulis dan Foto: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana