Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bawaslu Garut Gelar Upacara Bendera: Tegaskan Peran ASN sebagai Pelayan Rakyat yang Berintegritas
|
GARUT, Jawa Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di halaman kantor Bawaslu setempat, Rabu (28/10/2026). Peringatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan dijadikan momentum penting bagi jajaran pengawas pemilu untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan dan integritas kepada masyarakat luas.
Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah. Prosesi khidmat ini turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Garut, Ipur Purnama Alamsyah, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Garut, Anton Amri MP. Upacara ini juga diikuti dengan barisan rapi oleh seluruh jajaran kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Garut.
Dalam amanatnya, Lamlam Masropah menyoroti pentingnya merefleksikan nilai-nilai sejarah Sumpah Pemuda ke dalam etos kerja masa kini. Ia menitikberatkan pesannya pada tanggung jawab moral aparatur negara dalam melayani publik.
"Sebagai ASN, kita harus selalu menjaga integritas dan merawat kepedulian terhadap sesama. Jangan pernah lupa bahwa sejatinya kita ini adalah pelayan rakyat. Segala bentuk kerja keras kita di lembaga ini muaranya adalah untuk masyarakat," tegas Lamlam di hadapan para peserta upacara.
Lebih lanjut, Lamlam menggelorakan semangat “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Ia menjabarkan bahwa sikap patriotik dan gigih sangat dibutuhkan oleh jajaran Bawaslu dalam mengawal dan mengawasi setiap tahapan demokrasi yang penuh tantangan. Sementara itu, nilai empati menjadi kunci utama agar ASN selalu peka dan responsif terhadap keluhan maupun hak-hak masyarakat yang harus dilindungi.
Bagi masyarakat Garut, pesan yang disampaikan oleh Bawaslu ini memiliki nilai penting. Komitmen integritas dan empati yang digaungkan ini memberikan jaminan moral bahwa Bawaslu Garut siap hadir sebagai lembaga yang bersih, transparan, dan tidak antikritik. Hal ini pada gilirannya akan menumbuhkan kepercayaan publik (trust) yang kuat bahwa suara dan hak politik warga Garut diawasi oleh tangan-tangan abdi negara yang peduli dan berdedikasi tinggi.
Upacara yang berlangsung di tengah suasana pagi yang cerah ini ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran tugas-tugas kelembagaan Bawaslu dalam merawat demokrasi di "Kota Intan" ke depannya.
Penulis dan Foto: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana