Lompat ke isi utama

Berita

Siapkan Generasi Kritis Sambut Pemilu 2029, Bawaslu Garut Gelar Program "Ber-Sigap" di SMKS Plus Qurrota A'yun

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Bawaslu Ber-Sigap" di SMKS Plus Qurrota A'yun Garut pada Kamis (22/10/2026).

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Bawaslu Ber-Sigap" di SMKS Plus Qurrota A'yun Garut pada Kamis (22/10/2026).

Garut, Jawa Barat – Guna membentengi generasi muda dari praktik politik kotor dan meningkatkan kesadaran berdemokrasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Bawaslu Ber-Sigap" di SMKS Plus Qurrota A'yun Garut pada Kamis (22/10/2026). Program inovatif ini menyasar langsung para pelajar yang diproyeksikan akan menjadi pemilih pemula pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.

Jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Garut turun langsung dalam kegiatan strategis ini. Turut hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, bersama Anggota Bawaslu Lamlam Masropah dan Ipur Purnama Alamsyah, serta Kepala Sekretariat, H. Anton Amri MP. Rombongan disambut hangat oleh pihak manajemen dan civitas akademika SMKS Plus Qurrota A'yun.

Untuk memperkaya wawasan para siswa, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber ahli yang berasal dari kalangan akademisi dan aktivis, yakni perwakilan dari STIEBS NU Garut dan KOPRI Garut.

Giat "Bawaslu Ber-Sigap" sendiri merupakan akronim dari Bawaslu Bersama Siswa Garut Awasi Pemilu dan Pemilihan. Program ini secara khusus diluncurkan sebagai bentuk investasi jangka panjang Bawaslu Garut dalam pengawasan partisipatif. Fokus utamanya adalah membekali para siswa—yang baru akan mendapatkan hak pilihnya pada tahun 2029—dengan pemahaman kepemiluan yang komprehensif.

Bagi masyarakat luas, khususnya para orang tua, program edukasi dini ini memiliki nilai manfaat yang sangat penting. Pemilih pemula sering kali menjadi target rentan dari kampanye hitam (black campaign), hoaks, maupun praktik politik uang (money politics) karena minimnya pengalaman. Melalui "Bawaslu Ber-Sigap", negara hadir untuk memastikan anak-anak muda Garut tidak hanya menjadi objek pendulang suara, melainkan menjadi agen pengawas yang cerdas dan kritis.

Dalam forum tersebut, para narasumber dan komisioner Bawaslu mengajak para siswa untuk berani bersuara dan menolak segala bentuk kecurangan. Mereka diedukasi tentang cara mengenali pelanggaran pemilu dan bagaimana prosedur pelaporannya.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara penyelenggara pemilu, lembaga pendidikan, akademisi, dan aktivis mahasiswa ini, Bawaslu Garut berharap dapat mencetak generasi pemilih masa depan yang tidak hanya melek politik, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Dengan lahirnya pemilih pemula yang "Ber-Sigap", kualitas demokrasi di Kabupaten Garut pada Pemilu 2029 diharapkan akan semakin bersih, jujur, dan bermartabat.

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana