Teken MoU dengan SMKS Plus Qurrota A'yun, Ahmad Tegaskan Pentingnya Literasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula
|
GARUT, JAWA BARAT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut terus berekspansi memperluas jejaring pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan. Pada Kamis (22/10/2026), Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, secara resmi memimpin langsung penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak SMKS Plus Qurrota A'yun. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam menjalin sinergi kelembagaan demi menanamkan edukasi kepemiluan sejak dini.
Kolaborasi strategis yang tertuang dalam dokumen kerja sama tersebut digagas dengan tujuan utama untuk menumbuhkan dan memperkuat pengawasan partisipatif yang secara spesifik menyasar pemilih pemula. Bawaslu menyadari bahwa sekolah merupakan wadah inkubasi yang paling efektif untuk membentuk karakter pemilih masa depan yang kritis dan sadar akan hak-hak politiknya.
Menyikapi momentum penting tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, menggarisbawahi bahwa kerja sama ini adalah jembatan untuk merangkul publik yang lebih luas.
“Penandatanganan MoU ini bukanlah sekadar seremonial hitam di atas putih. Ini adalah komitmen bersama untuk menumbuhkan kesadaran politik yang sehat langsung dari ruang-ruang kelas. Harapan besar kami, literasi kepemiluan yang diterima oleh para siswa ini tidak berhenti di sekolah, tetapi bisa mereka tularkan kepada keluarga dan lingkungan masyarakat secara lebih luas, sehingga partisipasi publik dalam mengawasi pemilu semakin kuat,” tegas Ahmad usai penandatanganan.
Langkah proaktif yang diambil oleh Bawaslu bersama institusi pendidikan ini sejatinya memberikan suntikan edukasi yang sangat berarti bagi perbaikan iklim demokrasi di akar rumput. Dengan dibekalinya para pelajar wawasan kepemiluan yang mumpuni, rantai penyebaran informasi hoaks, kampanye hitam, hingga godaan politik uang dapat diputus sedini mungkin.
Lebih jauh lagi, melalui program ini publik diuntungkan dengan lahirnya generasi muda yang tidak sekadar menjadi penyumbang suara, melainkan bertransformasi menjadi agen-agen pengawas independen di tengah masyarakat. Kehadiran pemilih pemula yang teredukasi ini akan menjadi tameng kokoh untuk memastikan kontestasi pemilu di masa mendatang berjalan dengan bersih, jujur, dan terhindar dari praktik-praktik manipulasi.
Penulis dan Foto: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana