Lompat ke isi utama

Berita

Dorong Peran Pemuda Kawal Demokrasi, Ketua Bawaslu Garut Jadi Narasumber Kajian Politik DPD KNPI Garut

Kajian Politik DPD KNPI Garut

Garut, Jawa Barat – Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, menjadi narasumber dalam kegiatan Kajian Politik yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Garut pada Rabu (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi kalangan pemuda untuk membahas berbagai dinamika politik dan demokrasi, sekaligus meningkatkan pemahaman serta kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Selain Ahmad Nurul Syahid, kegiatan Kajian Politik tersebut turut menghadirkan Anggota KPU Kabupaten Garut, Yusuf Abdullah, serta Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Garut, Okky Caressa Ginanjar, sebagai narasumber.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Sahrizal. Sementara itu, peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Garut yang turut mengikuti diskusi dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan politik dan demokrasi.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nurul Syahid menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang dapat memberikan kontribusi melalui gagasan, kritik, serta partisipasi aktif dalam mengawal penyelenggaraan demokrasi.

"Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari masyarakat yang kritis, mampu memahami persoalan politik, serta ikut mengawal agar proses demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku," ujar Ahmad.

Ia menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu, tetapi juga mencakup bagaimana masyarakat menggunakan ruang partisipasi untuk menyampaikan aspirasi, melakukan kontrol sosial, serta memastikan kebijakan publik tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurut Ahmad, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membangun budaya politik yang sehat. Ruang diskusi dan kajian politik dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi politik sekaligus mendorong generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Literasi politik menjadi sangat penting. Generasi muda harus mampu memilah informasi, memahami persoalan secara utuh, dan menyampaikan kritik secara konstruktif. Dengan begitu, partisipasi pemuda dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan demokrasi," tambahnya.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Garut, Yusuf Abdullah, memberikan perspektif mengenai penyelenggaraan Pemilu dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses demokrasi. Peserta diajak memahami bahwa partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas.

Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Garut, Okky Caressa Ginanjar, turut memberikan pandangan mengenai posisi pemuda dalam dinamika politik dan pembangunan daerah. Pemuda dinilai perlu memiliki ruang yang cukup untuk berdiskusi, mengembangkan gagasan, dan terlibat dalam berbagai persoalan publik.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dari organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Garut. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan peserta, mulai dari dinamika politik, peran generasi muda, partisipasi masyarakat, hingga tantangan dalam membangun demokrasi yang sehat.

Kegiatan Kajian Politik tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi antara penyelenggara Pemilu, organisasi kepemudaan, dan kelompok mahasiswa. Dialog lintas elemen tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga demokrasi melalui partisipasi masyarakat.

Bawaslu Kabupaten Garut terus mendorong keterlibatan kelompok pemuda dan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif. Kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pengawasan serta membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap berbagai persoalan demokrasi.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda Kabupaten Garut semakin memahami perannya sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan penggerak pengawasan partisipatif.

Penulis dan Foto: Panji Maulana

Editor: Panji Maulana