Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ber-SIGAP Sasar Pemilih Pemula di SMAN 6 Garut
|
Garut, Jawa Barat – Bawaslu Kabupaten Garut terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi melalui penguatan pengawasan partisipatif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bawaslu Ber-SIGAP di SMA Negeri 6 Garut pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Garut memperluas sosialisasi pengawasan partisipatif kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok pemilih pemula. Pelajar sebagai pemilih pemula dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang kritis, aktif, dan bertanggung jawab sejak dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Garut Lamlam Masropah dan Ipur Purnama Alamsyah, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Garut H. Anton Amri M. Pangerang. Kegiatan juga dihadiri Kepala SMA Negeri 6 Garut beserta jajaran dan para peserta didik.
Untuk memperkaya perspektif peserta, Bawaslu Kabupaten Garut menghadirkan dua narasumber, yakni Elis Sakinatul Puadah dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Rahma Nurwahidah dari IPPNU Garut. Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga demokrasi.
Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah, menyampaikan bahwa pengawasan Pemilu membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. Menurutnya, Bawaslu memiliki keterbatasan sumber daya sehingga partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pengawasan.
"Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi dan mencegah berbagai potensi pelanggaran. Karena itu, pemilih pemula perlu diberikan pemahaman sejak dini agar mampu menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif," ujar Lamlam.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki ruang partisipasi yang semakin luas, khususnya melalui perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi kepemiluan yang benar, mengedukasi lingkungan sekitar, serta ikut mengawasi berbagai fenomena yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Garut, Ipur Purnama Alamsyah, mendorong para pelajar untuk menjadi pemilih yang kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, literasi politik dan kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat.
"Pemilih pemula harus memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan. Jangan sampai media sosial justru menjadi ruang penyebaran hoaks atau informasi yang dapat merusak kualitas demokrasi," ungkap Ipur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman bahwa partisipasi dalam demokrasi tidak hanya diwujudkan dengan datang ke tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilih. Masyarakat dapat berkontribusi melalui berbagai bentuk pengawasan, mulai dari memberikan edukasi, mengawasi informasi kepemiluan, hingga menyampaikan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia.
Narasumber dari LPSK, Elis Sakinatul Puadah, turut memberikan perspektif mengenai pentingnya keberanian masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawal proses demokrasi. Peserta didorong untuk memahami pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang berkontribusi dalam mengungkap maupun mencegah berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Sementara itu, Rahma Nurwahidah dari IPPNU Garut menyampaikan perspektif mengenai peran organisasi kepemudaan dan pelajar dalam membangun budaya demokrasi. Generasi muda didorong untuk aktif berdiskusi, menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang mendukung kehidupan demokrasi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Para pelajar mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai persoalan demokrasi, kepemiluan, serta tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
Melalui program Bawaslu Ber-SIGAP, Bawaslu Kabupaten Garut berharap pemilih pemula tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawal proses demokrasi. Pendidikan pengawasan partisipatif sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Garut membangun sinergi dengan satuan pendidikan, lembaga negara, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas gerakan pengawasan partisipatif dan memastikan demokrasi dapat dikawal secara bersama-sama.
Bawaslu Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada berbagai kelompok masyarakat. Dengan semakin kuatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, diharapkan pengawasan terhadap proses demokrasi dapat berjalan semakin optimal serta mampu mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
Penulis: Panji Maulana
Editor: Panji Maulana